“Menghadapi situasi yang ada, Bank Indonesia telah secara konsisten mengimplentasikan kebijakan pengetatan moneter sejak pertengahan 2013. Beberapa hasil positif bisa terlihat. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia lambat, menyusul menurunnya kondisi keuangan global, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif tinggi yaitu sebesar 4,7 di kuartal kedua 2015, ” tutur Agus dalam konferensi yang digelar di Kantor BI, Jakarta, Rabu (2/8).
Lebih lanjut, mantan Menteri Keuangan ini juga memaparkan adanya perbaikan fundamental perekonomian di Tanah Air yang ditandai dengan mengecilnya defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/ CAD), surplus neraca perdagangan, serta inflasi yang terkendali sepanjang 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan membangun jalur rel sepanjang 5 ribu kilometer (km), jalan tol sepanjang 2.600 km, 49 waduk, 24 pelabuhan laut dan pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu Megawatt (MW),” kata Agus.
“Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan reformasi subsidi BBM. Pemerintah mengurangi subsidi BBM di tahun 2014 yang menciptakan ruang fiskal sekitar US$ 19 miliar untuk investasi di bidang infrastruktur," ujarnya. (gen)