Donny J. Subakti, Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, menuturkan perusahaannya sejauh ini telah mengelola dana pensiun sebesar Rp 1 triliun, yang disetorkan 32 ribu karyawan dari 132 perusahaan. Menurutnya, mayoritas nasabah DPLK Tugu Mandiri merupakan perusahaan minyak dan gas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donny menjelaskan, gagasan untuk melahirkan produk baru ini karena mempertimbangkan kewajiban setiap perusahaan atau pengusaha untuk memberikan dana pesangon kepada karyawan. Adapun salah satu penyebab dicairkannya pesangon bisa karena risiko sistemik maupun non sistemik.
Ketika menghadapi kondisi itu, lanjut Donny, belum tentu setiap perusahaan atau pengusaha siap dengan dana yang dibutuhkan. Kebanyakan penganggung pesangon, kata Donny, saat ini baru pada tahap mencatatkan dana untuk kompensasi atau belum sampai pada tahap mencadangkan anggaran untuk pesangon.
“PPUKP Adagio dirancang untuk membantu perusahaan dalam mencadangkan pesangon karyawan dan memastikan kesejahteraan karyawan,” jelasnya.
VP Head of Institusional Sales Sucorinvest Asset Management, Kevin Rahardjo, mengatakan kerjasama perusahaanya dengan DPLK Tugu Mandiri terkait dengan investasi reksadana dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD).
“KPD adalah investasi yang bebas pajak. Portofolionya lebih ke pasar uang dengan rate yang fixed seperti deposito, atau obligasi yang tenornya pendek. Hal ini adalah pertama kalinya kami bekerjasama dengan DPLK,” jelasnya. (ags/gen)