Kabar tersebut dibenarkan oleh Teguh Pamudji, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada CNN Indonesia, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kembali aktif menjadi pengawas atau observer, kata Sudirman, Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membeli minyak langsung dari negara-negara anggota OPEC. Hal ini untuk menyiasati semakin tingginya angka konsumsi minyak yang tak sebanding dengan kemampuan produksi dalam negeri.
Pada saat itu, OPEC belum bisa mengabulkan keinginan Sudirman Said. Menteri ESDM diminta menunggu hingga sidang OPEC berikutnya digelar pada November 2015.
Beruntung tidak sampai November, mayoritas anggota OPEC merespon positif hasrat Indonesia untuk bergaul kembali di komunitas negara-negara penghasil minyak dunia.
"Keanggotaan kita (di OPEC) kan tidak pernah putus, hanya suspended. Indonesia memenuhi semua persyaratan untuk reaktivasi keanggotan penuh," ujar Sudirman beberapa waktu lalu.
Indonesia merupakan salah satu penggagas OPEC sejak 1962. Namun, lantaran mengalami penurunan produksi disertai dengan ketimpangan pola konsumsi minyak domestik yang menyebabkan defisit, Indonesia memutuskan keluar dari OPEC dengan status suspended sejak 2009 lalu. (ags/gen)