Strategi pertama adalah mempercepat proses negosiasi. Dulu, kata Rizal, proses negosiasi proyek listrik antara pemerintah dan pihak swasta membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Hal itu mengejutkannya karena draft perjanjian sudah ada, hanya tinggal menentukan teknis dan harga (pricing) proyek. Saat ini, proses negosiasi dipercepat menjadi sekitar tiga bulan.
“Ada beberapa masalah, satu proses negosiasinya biasanya lambat. Kami bersyukur Pak Sofyan (Direktur Utama PT PLN) semenjak jadi direktur telah mempercepat negosiasinya,” kata Rizal, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ketiga adalah soal pricing karena pricing ini yang menentukan apakah investor tertarik dari dalam maupun luar,” ujarnya.
Sediakan Jaminan
Strategi terakhir adalah soal jaminan (guarantee) pelaksanaan proyek. Pemerintah akan mencari terobosan agar jaminan tidak harus sepenuhnya (full guarantee) tapi bisa juga jaminan separuh (partial guarantee).
“Bisa jadi juga guarantee-nya tidak dari pemerintah Indonesia tapi bisa juga dari negara yang perusahaan swastanya ikut project di Indonesia,” kata Rizal.
Bagi Rizal keberadaan jaminan pelaksanaan merupakan hal yang penting karena akan mempermudah pelaksana proyek untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dari perbankan. (gen)