Padahal menurut Rizal, rakyat memiliki hak untuk memilih sistem pembayaran penggunaan listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
"Rakyat harus punya dua pilihan, jangan memaksakan dong, kalau rakyat ingin sistem meteran, kasih meteran," kata Rizal di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kan banyak anak-anak jam 19.00-20.00 WIB masih belajar dan tidak ada token. Susah nyarinya. berbeda dengan pulsa telpon," ujar dia.
Sebelumnya Sekretaris Perusahaan PLN Adi Supriono menjelaskan dengan menggunakan listrik prabayar masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menggunakan listrik. PLN sendiri menyebut layanan listrik prabayar sebagai layanan listrik pintar karena setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
Selain itu, ia berpendapat penghitungan listrik prabayar dinilai lebih akurat dibandingkan listrik pascabayar.
“Listrik yang pascabayar kan orang harus baca meter ya dan kadang-kadang kalau baca meter juga ada orang salah baca atau mungkin pas baca rumahnya terkunci sehingga harus menebak angka meter nya, jadi tidak akurat,” kata Adi. (gen)