Namun Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan target awal pemerintah harus dipenuhi karena dibuat berdasarkan kebutuhan listrik dalam lima tahun ke depan.
Jarman mengatakan saat ini rasio elektrifikasi atau perbandingan rumah tangga yang sudah teraliri listrik di setiap provinsi sudah di atas 50 persen. Namun masih ada beberapa provinsi yang rasionya dibawah itu seperti Papua yang masih 37,48 persen. Pemerintah pun menaikan target rasio elektrifkasi agar seluruh provinsi di Indonesia dapat teraliri listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan agar target tersebut tercapai, pemerintah perlu menaikan target kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional menjadi 57.154 MW dari tahun sebelumnya 53.352 MW.
Kapasitas proyek pembangkit listrik yang rencananya diselesaikan di era Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya sebesar 42.529 MW dengan rincian 35.529 MW merupakan proyek baru, dan sisanya merupakan proyek yang telah berjalan bagian dari proyek pembangkit listrik 10 ribu MW yang dicanangkan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Proyek tersebut lebih dikenal dengan sebutan Fast Track Program tahap I (FTP-1) dan Fast Track Program tahap II (FTP-2).
Baru 19 Persen
Jarman mengakui akan cukup berat memenuhi target proyek pembangkit listrik 35 ribu MW, karena sampai saat ini baru sekitar 19 persen yang sudah dalam tahap konstruksi. Sementara sebagian besar lainnya masih dalam proses tender dan persiapan.
Jarman mengatakan proyek pendukung transmisi misalnya sudah mencapai 17.500 km atau sekitar 35 persen dalam masa konstruksi dari total estimasi panjang transmisi mencapai 50 ribu kilometer. Sedangkan gardu induk, setidaknya 40 persen sudah dalam masa konstruksi.
Selain itu, ia mengungkapkan masih ada beberapa kendala dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional diantaranya belum padunya kerjasama pemerintah pusat dan daerah terutama dalam hal pengadaan hingga pembebasan lahan serta tumpang tindih perizinan dan masalah hukum yang rentan dialami dalam mengakselerasikan proyek 35 ribu MW.