Kendati jauh dari Tanah Air, Jokowi mengaku mengikuti terus perkembangan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Dia kembali meminta para menteri dan pejabat terkait untuk bertindak lebih cepat untuk memadamkan kebakaran hutan dan mengatasi bencana asap di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta pada pemerintah daerah yang daerahnya terkena bencana asap meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.
Menurut Anang, sudah ada satu tersangka ditetapkan dari tiga kasus tersebut. Namun, dia enggan menyebutkan siapa tersangka yang dimaksud maupun perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat.
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Suharsono, secara terpisah, mengatakan ada 68 perkara yang sedang diusut Polri secara keseluruhan. Sebanyak 13 kasus terjadi di Riau, 16 kasus di Sumatera Selatan, 28 kasus di Kalimantan tengah, enam kasus di Kalimantan Barat dan lima kasus di Jambi.
Dari kasus-kasus tersebut, 107 tersangka sudah ditetapkan. Sementara berkas yang sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum ada 21 kasus, seluruhnya dari Riau.
Salah satu perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran hutan adalah PT Langgam Inti Hibrida yang bergerak di bidang minyak kelapa sawit. Perusahan tersebut terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau dan berdiri sejak 1998. Perusahaan ini memiliki sejumlah lahan di Desa Rantau Baru, Palas K, Tarusan, Kemang, Penarikan dan Gondai Kabupaten Pelalawan. (ags/ags)