Angka tersebut merupakan selisih lebih antara ekspor dan impor, yang masing-masing membukukan nilai US$ 12,7 miliar dan US$ 12,27 miliar.
Kepala BPS Suryamin menjelaskan ekspor meningkat 10,79 persen pada bulan lalu dibandingkan dengan Juli. Sementara impor tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 21,69 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2015 terhadap Juli 2015 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 237,1 juta (121,75 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar US$ 103,8 juta (99,96 persen)," jelas Suryamin.
Sementara impor kumulatif Januari-Agustus 2015, BPS mencatatkan nilai US$ 96,3 miliar, turun 18,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut terdiri atas impor migas sebesar US$ 17,5 miliar yang turun 40,41 persen dan impor nonmigas US$ 78,80 miliar yang minus 11,92 persen.
Pada Agustus lalu, nilai impor yang dibukukan Indonesia sebesar US$ 10,16 miliar atau naik 30,48 persen jika dibandingkan dengan perolehan bulan sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, impor bulan lalu anjlok 10,82 persen.
BPS menyatakan impor seluruh jenis barang mengalami penurunan selama Januari-Agustus 2015. Impor barang konsumsi tercatat minus 13,17 persen, impor bahan baku/penolong negatif 20,09 persen, dan impor barang modal turun 16,13 persen. (ags)