Selain perusahaan asal Arab Saudi yakni Saudi Aramco, terdapat lima perusahaan asal China, Kanada, Iran, Irak dan Korea Selatan yang bersedia untuk membangun kilang.
“Sifatnya joint dengan Pertamina untuk upgrading kilang yang sudah ada atau bangun baru. Pertamina kan sudah ditunjuk Pemerintah untuk jadi Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) kilang," ujar Setyorini Tri Hutami, Direktur Pengusahaan Hilir Migas Kementerian ESDM kepada CNN Indonesia, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat opsi tersebut meliputi:
1. Pembangunan kilang yang dilakukan oleh badan usaha dan dana pembangunannya berasal dari kas internal.
2. Kilang dibangun dengan skema kerjasama antara Pemerintah dengan swasta (KPS).
3. Kilang ibangun atas penugasan khusus kepada Pertamina.
4. Kilang tersebut pembangunannya dibiayai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Investor Lokal Tertarik
Selain enam perusahaan tadi, Rini bilang pemerintah telah menerima surat dari beberapa perusahaan lokal yang berminat membangun tangki timbun di Indonesia. Dua diantaranya adalah PT Indo Kilang Prima dan PT Dex Indonesia.
"Ada beberapa lagi tapi saya tidak hafal namanya. Mudah-mudahan mereka memenuhi persyaratan agar proyek kilang (pengolahan) yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak jalan," ujarnya. (gen)