“Implementasinya saya berharap tahun depan sudah jalan,” kata Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti saat ditemui di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Kamis (17/9).
Menurut Djarot, fasilitas cold storage bahan pangan seperti daging dan produk hortikultura dibutuhkan untuk membuat pasokan di pasar lancar dan harga pangan stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, mantan Direktur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini menyadari pembangunan cold storage di Indonesia mungkin tidak akan bisa langsung sebesar fasilitas yang ada di Abu Dhabi.
Djarot mengungkapkan, pada tahap pemerintah ingin membangun di lokasi yang dekat dengan masyarakat.
“Kemarin kajian kita sebaiknya kita membangun tiga cold storage baru di Jakarta. Kemudian di luar Jakarta kita juga akan bangun di beberapa titik, di Surabaya, terus, ada beberapa titik lagi,” ujarnya.
Selajutnya, Bulog akan berperan sebagai penyerap dan distributor produk yang disimpan di dalam fasilitas cold storage itu. Meskipun tidak menutup kemungkinan kelompok tani atau koperasi bisa menyewa gudang itu untuk menyimpan produknya.
“Pada tahap awal, sementara dalam kendali Bulog semua tapi selanjutnya saya akan senang sekali kalau petani, kelompok tani atau koperasi mau memanfaatkan (cold storage) itu dengan menyewa tempat,” ujarnya. (gen)