“Buat Indonesia sebenarnya, lebih baik lakukan lah (keputusan terkait suku bunga). Ekonomi Indonesia, terutama nilai tukar kita sudah terlalu tinggi dari fundamentalnya karena spekulasi menunggu ini terus,” ujar Darmin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9).
Darmin menilai jika Yellen memutuskan untuk menaikkan suku bunga bank sentral yang dipimpinnya, bukan berarti hal tersebut merupakan angin positif bagi perekonomian Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darmin kalaupun The Fed benar-benar menaikkan suku bunga yang berpotensi menarik investasi masuk ke negara Barrack Obama, toh hal tersebut sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Orang pun sudah memprediksi ini akan terjadi dan sudah terjadi beberapa bulan. Mungkin masih ada lagi yang investasi kesana, tapi tidak akan besar. Pesan saya, jangan anggap ini momok karena hal itu sudah diprediksi,” ujarnya.