Meski menguat tipis, pemodal asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih senilai Rp 544 miliar. Sementara nilai transaksi tercatat Rp 5 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 5 miliar saham.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan pergerakan market hari ini termasuk membingungkan karena adanya fluktuasi yang tidak biasa terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Satrio, adanya fluktuasi dimungkinkan kembali terjadi dan hal tersebut bisa terjad karena berbagai faktor. Satrio menilai indeks Dow Jones AS (DJI) bisa menjadi salah satu pendorong IHSG
“Jadi, kalau nanti malam DJI menguat dan IHSG terus meroket, saya juga tidak heran. Tapi, kalaupun misalnya turun, turun dalam karena orang panik. Saya pikir di situ adalah kesempatan terbaik untuk belanja,” jelasnya.
Lebih lanjut, indeks LQ45 naik 1,65 persen ke posisi 740,96 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,27 persen ke posisi 584,43 poin. Indeks IDX30 menguat 1,66 persen ke level 386,23 poin. Indeks SRI KEHATI up 1,44 persen ke level 253,11 poin. Indeks SMInfra18 up 0,16 persen ke posisi 283,76 poin.
Saham sektor consumer menguat paling tinggi sejak sesi pagi. Sektor tersebut ditopang saham-saham seperti GGRM yang naik 2,52 persen, ICBP 4,61 persen, INAF 0,75 persen, INDF 1,9 persen, KAEF 5,19 persen, KLBF 4,3 persen, dan UNVR naik 1,76 persen.