Menkeu menilai, usulan Sudirman Said tersebut sulit direalisasikan karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan tidak mudah mencari sumber pendanaan alternatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor kedua itu adalah anggaran kita tidak sebesar Norwegia. Jadi kalau punya penghasilan besar, dia punya surplus besar. Nah, kita tidak punya kemewahan itu. Itu saja," tutur Bambang.
Sebelumnya, Sudirman Said menjelaskan oil fund merupakan dana cadangan yang bisa dipakai untuk berbagai hal, mulai dari pembiayaan kegiatan ekspolarasi di sektor hulu, pendanaan pembangunan infrastruktur migas, hingga menutupi selisih rugi atas penjualan bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero).
"Jadi petroleum atau oil fund itu juga di dalamnya ada dana stabilitas BBM. Kalau harganya tinggi sekali, kita punya fund untuk menutupi. Kalau harga rendah, jangan diturunkan sampai bawah sekali agar ada tabungan di fund," kata Sudirman, belum lama ini.