Menkeu: The Fed Tahan Suku Bunga, Spekulasi Berlanjut

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2015 12:58 WIB
Menkeu: The Fed Tahan Suku Bunga, Spekulasi Berlanjut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro memprediksi akan terjadi banyak spekulasi menyusul putusan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunga acuannya (The Fed Fund Rate) di kisaran 0 persen sampai 0,25 persen.
Oleh karenanya, Bambang meyakini akan marak terjadi aksi profit taking (ambil untung) yang dilakukan pelaku keuangan dalam beberapa waktu ke depan, menunggu putusan The Fed terbaru .

"Di samping itu tentunya kita harus tetap menjaga kondisi perekonomian kita, karena dengan belum ada kenaikan tingkat bunga AS yg terjadi adalah akan terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar dengab semua mata uang negara di dunia khususnya mata uang emerging market termasuk Indonesia," ujar Bambang saat memberi keterangan pers di Batam, Jumat (19/9).

Seperti yang diketahui, dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Jumat dini hari (17/9) tadi, sembilan dari 10 anggota komite memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan. 


Kesembilan peserta FOMC tadi meliputi Janet L. Yellen; William C. Dudley; Lael Brainard; Charles L. Evans; Stanley Fischer; Dennis Lockhart P; Jerome H. Powell; Daniel K. Tarullo; dan John C. Williams. Hanya Jeffrey M. Lacker yang mengusulkan kenaikan The Fed fund rate sebesar 25 basis poin pada pertemuan ini.

Yang menarik, di tengah putusan tersebut Yellen mengatakan pihaknya masih membuka segala kemungkinan termasuk putusan penaikan suku bunga pada medio Oktober dan Desember. 

Meski demikian Bambang meyakini penaikan suku bunga The Fed tak akan berdampak besar pada perekonomian dalam negeri lantaran kondisi fundamental Indonesia masih dalam posisi yang baik.

Hal ini tercemin dari kondisi sektor keuangan yang sampai saat ini masih solid sehingga masih kuat menahan goncangan terjadi di luar.
 
"Artinya kalaupun itu dinaikkan sebenarnya kondisi hari ini kondisi seolah-olah sudah naik. Jadi sebenarnya kalaupun nanti naik, ekonomi kita sudah punya daya tahan yang cukup baik," ungkapnya.

Perkuat Koordinasi
Berangkat dari hal tersebut Bambang menegaskan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas ekonomi makro dan keuangan di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan The Fed.

Langkah ini dilakukan agar Indonesia dapat melewati masa-masa yang tak mudah dalam beberapa waktu kedepan.
 
"Kita akan terus jaga agar posisi nilai tukar bisa cerminkan kondisi yg menjadi ketahanan ekonomi Indonesia, kita terus berupaya dari waktu ke waktu dengan berbagai instrumen untuk bisa perbaiki nilai tukar tersebut," tandas mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) tersebut. 
(dim/gen)