JK Perintahkan Pengelolaan Stok Pangan dalam Hadapi El Nino

Noor Aspasia, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2015 13:18 WIB
JK Perintahkan Pengelolaan Stok Pangan dalam Hadapi El Nino Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan kepada wartawan terkait kesehatannya di Jakarta, Kamis (10/9). (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memerintahkan pengelolaan penyediaan stok pangan menyusul fenomena El Nino yang membawa dampak bencana kekeringan. Instruksi tersebut disampaikan JK dalam rapat terbatas yang digelar untuk membahas masalah kekeringan yang melanda tanah air belakangan ini.

"Bagaimana kita mengantisipasi El Nino, bagaimana penyediaan pangan,” kata JK saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/9).

Penyediaan simpanan bahan pangan itu juga mencakup penambahan dari luar Indonesia. “Termasuk kemungkinan menambah stok beras dari luar. Itu kami harus laksanakan semua," tutur JK. (Baca: El Nino Menguat, Kemarau Diperkirakan Hingga November)


Dalam kesempatan ini, pemerintah juga kembali membuka peluang keran impor. Kendati belum memberikan kepastian, namun JK mengatakan dengan bencana kekeringan ini maka peluang impor semakin terbuka.

"Harus terbuka kalau kami. Inikan masalahnya kekeringan, ya kami tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah,” ujar JK.

Karena itulah, lanjut JK, maka pemerintah membuka kemungkinan impor. “Secepatnya kami akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," kata JK.

JK menggelar rapat terbatas bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong. Rapat diselenggarakan secara internal sejak pukul 09.00 hingga  10.00 WIB. Rapat tersebut digelar di kediaman dinas Wakil Presiden. (Baca: Kementan Siapkan 36 Ribu Pompa Air Atasi Kekeringan)

Bencana kekeringan sudah melanda di banyak tempat di Indonesia, deraan El Nino diperkirakan semakin menguat. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan fenomena El Nino akan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini. Berdasarkan hasil perhitungan, beberapa kawasan di belahan dunia akan mengalami kekeringan parah, salah satunya Indonesia.

(obs/obs)


ARTIKEL TERKAIT