“Dengan mengurangi ketergantungan impor minyak dari Singapura, nantinya bisa harga minyak tidak perlu ikut MOPS lagi,” ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Edy Putra Irawady kepada CNN Indonesia di kantornya, Senin (21/9) kemarin.
Edy menilai, penggunaan MOPS sebagai harga acuan dalam transaksi jual beli minyak mewajibkan calon pembeli menyediakan uang dalam valuta asing untuk melunasi tagihan pembayaran. Hal tersebut, jelas memberi kontribusi besar dalam pelemahan rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi nantinya (tak gunakan MOPS) itu adalah rangkaian akibat, dan pasti larinya ke sana. Ngapain lagi pakai harga patokan di sana, kalau dia bisa beli dengan rupiah karena transaksinya di dalam negeri. Sekarang yang paling penting, bangun dulu bunker-nya di Indonesia,” ujar Edy.
Rencana pemerintah membangun PLB khusus migas di Tanjung Batu, Balikpapan, Kalimantan Timur diyakini bakal menghapus ketergantungan pasokan migas impor dari Singapura. Selain itu, tujuan besar lain dari dibangunnya sejumlah kawasan berikat khusus beberapa komoditas di tanah air adalah untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Karena dengan menyediakan infrastruktur tangki penimbunan migas besar di Balikpapan, diharapkan industri dalam negeri tidak lagi membeli migas dari Singapura.
(gen)