"Dana desa yang sudah diterima desa langsung digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur seperti jalan desa, irigasi, jalan usaha tani, sanitasi, embung, dan lainnya. Hal ini besar sekali dampaknya terhadap pemulihan ekonomi desa yang tadinya ikut terkena imbas melambatnya perekonomian nasional," ujar Marwan, di Jakarta, Jumat (25/9).
Selain menyerap langsung banyak warga desa untuk bekerja di proyek-proyek infrastruktur, juga muncul berbagai kegiatan usaha ekonomi yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan proyek-proyek desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marwan mengaku tidak merisaukan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu yang menyebut terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 570 ribu orang pada Maret 2015 menjadi 17,94 juta orang dari sebelumnya 17,37 juta orang pada September 2014. Laporan ini mengisyaratkan terjadinya penurunan ekonomi di pedesaan yang berakibat meningkatnya kemiskinan.
Survei Ulang
Untuk itu ia menyarankan BPS segera melakukan survei atau sensus lanjutan untuk mengetahui kondisi perekonomian desa pasca turunnya dana desa dan penggunaannya untuk pembangunan infrastruktur desa. Ia yakin kondisinya akan berbeda dengan hasil survei terakhir yang telah dipublikasikan.
"Saya yakin pasti dampaknya sangat positif, namun kita butuh data riil untuk mengetahui berapa persen perubahan positif yang ditimbulkan dana desa dalam perkembangan perekonomian desa, jadi ini akan menjadi masukan untuk evaluasi dan peningkatan kinerja dalam penggunaan dana desa dalam konteks pembangunan desa" imbuh Marwan. (gen)