Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan potensi itu didapat dari rata-rata total nilai ekspor Indonesia yang mencapai US$ 30 miliar. Selain itu ada sekitar 92 persen DHE yang dibawa kembali ke dalam negeri per tahun, namun tidak dalam tenor yang lama.
Dari seluruh DHE yang dibawa kembali ke dalam negeri, 12 persennya kemudian dikonversi ke rupiah. Juda mengatakan dengan insentif pengurangan pajak itu, diharapkan akan membuat DHE bertahan di dalam negeri lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memandang insentif ini merupakan sebuah keuntungan bagi perbankan nasional sebab likuiditasnya akan bertambah apabila para eksportir menaruh DHE-nya di dalam negeri.
"Mereka akan punya placement di banyak tempat bukan hanya di penyaluran kredit. Ini akan positif bagi bank," kata Juda. (gen)