“Penurunan harga avtur di Bandar Udara Soekarno-Hatta mulai berlaku pada 1 Oktober 2015,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro dalam keterangan resmi perseroan, dikutip Rabu (30/9).
Disebutkan Wianda, harga avtur global saat ini tengah mengalami kenaikan. Hal itu berimbas pada kenaikan harga avtur di lokasi lain sekitar 1,31 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Wianda mengungkapkan upaya efisiensi dilakukan dalam dua langkah. Pertama, penggunaan vessel akan lebih besar sehingga lebih mengefisienkan biaya pengiriman (shipping cost). Kedua, Pertamina akan melakukan optimasi inventory untuk ketahanan stok avtur di Bandara Soeta sehingga bisa menekan biaya inventory.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pun mendesak BUMN migas itu untuk segera menurunkan harga avturnya paling tidak sama dengan harga internasional. Dia memaparkan harga avtur Pertamina lebih mahal 20 persen dari harga internasional sehingga membuat maskapai asing lebih memilih transit di Singapura untuk mengisi bahan bakar. (ags)