Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan bahwa realisasi investasi ini sudah mampu menyerap 9.280 tenaga kerja langsung. Ia berharap, realisasi sisa proyek-proyek prioritas ini bisa cepat rampung hingga akhir tahun agar bisa menciptakan lebih banyak tenaga kerja.
"Beberapa proyek sudah selesai. Sudah ada penyerapan tenaga kerja, sudah ada ekspor, ke daerah sudah bayar pajak. Efeknya sudah mulai terasa. Kami harapkan bisa fasilitasi percepatan penyelesaian realisasi proyek-proyek ini karena bisa menambah penyerapa tenaga kerja," kata Azhar di kantornya, Kamis (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total US$ 3,04 Miliar
Sebagai informasi, sejak semester I tahun ini BKPM fokus kepada 100 proyek prioritas yang realisasinya diharapkan bisa cepat mengingat proyek-proyek itu memiliki nilai ekspor yang tinggi dan juga penyerapan tenaga kerja yang banyak. Proyek-proyek itu sendiri memiliki total nilai investasi sebesar US$ 219,67 miliar yang terdiri dari sektor industri (64 proyek), pembangkit tenaga listrik (14 proyek), perkebunan (6 proyek), jasa pertambangan (1 proyek), transportasi (3 proyek), pariwisata (11 proyek), dan peternakan (1 proyek).
Dari investasi tersebut, diharapkan bisa tercipta 73.459 tenaga kerja dan potensi ekspor sebesar US$ 3,29 miliar per tahunnya. Dengan kata lain, serapan tenaga kerja sejauh ini baru 12,63 persen dari total serapan tenaga kerja dari target 100 proyek itu.
Sepanjang semester pertama tahun ini, BKPM sendiri mencatat adanya 696.147 tenaga kerja terserap dari realisasi investasi sebesar Rp 259,7 triliun atau 49,9 persen dari target realisasi tahun ini. Serapan tenaga kerja itu terdiri dari hasil penanamn modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 261.210 tenaga kerja dan 434.937 tenaga kerja dari hasil realisasi penanaman modal asing (PMA). (gen)