Kondisinya menurut Komaidi bertambah parah akibat harga minyak dunia saat ini terus bertahan di bawah asumsi APBNP 2015.
"Jadi pilihannya ada di peningkatan produksi baik itu minyak atau gas bumi (migas),” ujar Komaidi saat dihubungi, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya tidak lain agar realisasi produksi minyak mentah yang dicatat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sampai awal Oktober 2015 sebesar 783.390 barel per hari (bph) bisa meningkat. Sehingga diharapkan lifting minyak bisa menyentuh target 825 ribu bph di akhir tahun.
Percepat Blok Cepu
Meskipun antara realisasi produksi minyak dengan target lifting masih terpaut selisih 5 persen, Zuldadi mengaku SKK Migas masih yakin target lifting 825 ribu bph bisa tercapai.
Satu upaya diantaranya mendorong ExxonMobil Cepu Limited untuk mulai menggenjot kegiatan produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu pada pertengahan Oktober.
Sebagai catatan, angka produksi minyak mentah dari Blok Cepu sendiri diprediksi mampu menghasilkan minyak mencapai 125 ribu bph.
"Kami sedang mintakan untuk dipercepat ke pertengahan Oktober. Kalau terelasisasi di pertengahan Oktober, SKK Migas optimistis. Kalau tetap di November target lifiting tidak bisa tercapai," tutur Zuldadi. (gen)