"Kami kan pemerintah pasti dituntut konsisten soal subsidi untuk BBM itu. Makanya opsinya apakah memang akan diturunkan lebih rendah dari harga pasar. Berarti kan disubsidi, atau memang PPN-nya yang dikurangi," ujar Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan harga BBM, jelas Teten, akan diumumkan berbarengan dengan rilis paket kebijakan ekonomi jilid III. Pasalnya, paket kebijakan berikutnya akan terfokus pada upaya mengembalikan daya beli masyarakat dan mengatasi persoalan pangan.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan harga BBM akan diturunkan, tetapi tidak semua produk bahan bakar. Kebijakan ini dianggapnya bukan bentuk intervensi pemerintah terhadap PT Pertamina (persero) melainkan hak selaku pemegang saham mayoritas BUMN.
"Presiden ingin perhitungan itu dilakukan dengan baik, ketika rakyat membutuhkan, masyarakat membutuhkan, maka dipersilahkan BUMN untuk menghitung. Jadi sama sekali tidak ada upaya untuk intervensi," katanya. (ags/gen)