Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit menjelaskan saat ini ada potensi dana investasi keluar (foreign direct investment outflow) sektor padat karya dari China sebesar US$ 300 miliar akibat upah tenaga kerjanya sudah tak kompetitif lagi. Ia mengatakan kalau kini semua negara-negara baru industri di Asia Tenggara tengah berebut untuk mendapatkan relokasi investasi tersebut.
"Agar menang persaingan itu, kita harus fokus menarik relokasi industri tekstil, sepatu, dan elektronik karena sektor-sektor tersebut menyerap tenaga kerja yang banyak. Terlebih, proporsi ekspor kita di sektor-sektor tersebut juga masih kecil di dunia," jelas Anton di Jakarta, Rabu (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, ekspor produk eletronik pun hanya sebesar US$ 4 miliar pada tahun lalu. Atas alasan itu, merupakan langkah yang tepat jika Indonesia bisa memanfaatkan relokasi industri-industri tersebut dari China. Bahkan saat ini, kebutuhan barang-barang tersebut sedang tinggi melihat dari nilai siklus penggantian barang (turnover) ekspor industri-industri itu di dunia.
Apalagi, upah minimum paling kecil pekerja di Indonesia masih terbilang kompetitif dibandingkan negara-negara lainnya, yaitu sebesar US$ 74 per bulan pada 2014. Angka ini masih lebih murah dibandingkan negara industri padat karya lain seperti Vietnam yang mencapai US$ 90 per bulan.
"Memang itu potensi yang baik, tapi potensi yang baik itu tak akan bisa tergarap kalau tidak ada kebijakan yang memadai. Contohnya kalau kita tidak punya kebijakan Free Trade Agreement (FTA), akan kalah saing dengan negara-negara lain yang merebut relokasi itu," tambahnya.
Ia sangat heran pemerintah belum mau menerapkan hal itu, karena menurutnya kebijakan itu sangat berpengaruh signifikan terhadap ekspor. Vietnam, contohnya, bisa mengekspor produk elektronik saja sebesar US$ 40 miliar per tahun, atau lebih besar dua kali lipat dibandingkan nilai gabungan ekspor TPT, sepatu, dan elektronik Indonesia.
"Investor itu melihatnya adalah kebijakan terkait dan juga kepastian ketenagakerjaan. Kalau itu tidak dibenahi, investor tak mau masuk," jelasnya (gen)