Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui, meskipun sudah meluncurkan 3 (tiga) paket kebijakan ekonomi, yang pertama tanggal 9 September, kedua 29 September, dan ketiga hari Rabu 7 Oktober lalu, pemerintah dalam waktu dekat masih akan menerbitkan kembali Paket Kebijakan Ekonomi lanjutan.
“Tadi Bapak Presiden menitipkan kepada kami bahwa akan ada Paket Kebijakan yang keempat. Ini nanti ditugaskan kepada Pak Darmin (Menko Perekonomian), dan kita semua untuk menyampaikan apakah minggu depan, minggu depannya lagi. Tetapi yang jelas akan ada paket kebijakan keempat,” kata Pramono di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10) petang, seperti dikutip dari laman resmi Setkab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Momentum yang kita rasakan pada hari ini dimana rupiah mengalami penguatan yang cukup signifikan dalam satu minggu terakhir ini. Kami mendengar terakhir sudah di bawah Rp 14 ribu, kalau enggak salah Rp 13.900, dan momentum ini tentunya harus dijaga dengan baik oleh pemerintah, oleh OJK, oleh BI,” kata Pramono.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan terhitung mulai 1 Januari 2016 harga gas untuk pabrik pupuk dari lapangan gas baru ditetapkan sebesar US$7 per juta british thermal unit (mmbtu). Penyesuaian harga ini disesuaikan dengan kemampuan daya beli industri pupuk.
"Sedangkan harga gas untuk industri lainnya, seperti petrokimia, keramik dan sebagainya akan diturunkan sesuai dengan kemampuan industri masing-masing," jelasnya
"PLN juga memberikan diskon tarif hingga 30 persen untuk pemakaian listrik mulai dari jam 11 malam hingga jam delapan pagi, saat beban pemakaian listrik sedang rendah," katanya. (gir/gir)