“Saya kasih waktu dua bulan karena ingin masyarakat mendapatkan informasi yang sehat dan mudah-mudahan hasil kajian konsultan itu bisa menjelaskan opsi terbaik untuk Masela,” ujar Sudirman di Jakarta, Kamis (8/10).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengaku mendapatkan tugas dari Menteri ESDM untuk mencari konsultan-konsultan bereputasi terbaik dari dalam dan luar negeri untuk dilibatkan dalam mengkaji proyek Masela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sampai saat ini instansinya masih meneruskan proses mencari konsultan independen tersebut.
Akan tetapi, di tengah pembahasan tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mendesak Menteri ESDM Sudirman Said untuk mengevaluasi opsi pembangunan fasilitas pengolahan LNG di darat atau Land Based LNG di pulau Aru, Maluku karena menilai investasinya lebih murah jika dibangun di darat.
Sementara Amien Sunaryadi menghitung, total dana yang dibutuhkan untuk membangun FLNG hanya mencapai US$ 14,8 miliar, atau lebih murah US$ 4,5 miliar dari total pembangunan LNG di darat yang ditaksir mencapai US$ 19,3 miliar.
Ini mengingat pada konsep FLNG tidak menggunakan pipa gas penghubung ke Pulau Aru yang sedianya menjadi lokasi dari pembangunan Land Based LNG. Tak ayal, Amien pun lebih condong memilih FLNG ketimbang Land Based LNG.
"Soal perbedaan angka, mungkin pak Rizal punya analisa sendiri," ujar Amien. (gen)