Sumber CNN Indonesia yang mengetahui proses roadshow tersebut mengatakan bahwa hasil lawatan Antam ke beberapa negara untuk menarik peminat gelaran rights issue itu tidaklah bagus. Pasalnya, kondisi harga komoditas dinilai membuat investor menahan diri.
“China slow down (perlambatan ekonomi), ya metal market jatuh,” ujarnya, Jumat (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang 'makan' pemerintah saja,” ungkapnya.
“Hasil roadshow tidak sesuai harapan karena faktor harga komoditas nikel yang rendah, dan mereka (investor) pesimistis dan menilai harga nikel agak lama rebound,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan PMN Rp 3,5 triliun yang diterima Antam untuk P3FH (Proyek Penbangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur), kepemilikan saham pemerintah di Antam naik dari 65 persen. Sedangkan, lanjutnya pemerintah ingin kepemilikannya di Antam tetap 65 persen dan publik lewat pasar modal 35 persen.
“Rights issue dilaksanakan agar pemerintah mendapatkan haknya kembali,” jelasnya.
Kendati demikian, Johan mengaku pihaknya bakal tetap menggelar rights issue. Ia mengaku, meski hanya pemerintah yang menyerap saham yang dilepas nantinya, dana yang ada masih mencukupi untuk pembangunan pabrik feronikel tersebut.
“Rights issue tetap dijalankan dan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) sudah dilaksanakan pada 7 Oktober lalu. Antam tidak bergantung pada hasil rights issue karena financing need (Pre Operating Expenses, Investment Cost, Working Capital, Contigencies) untuk proyek P3FH sudah cukup dengan Rp 3,5 triliun dana PMN,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Antam telah mematok harga penawaran rights issue di angka Rp 371 per lembar saham. Perusahaan pelat merah tersebut telah melakukan roadshow Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) ke Kuala Lumpur, Singapura, dan Hongkong.
Adapun dana hasil PUT I tersebut bakal dikucurkan untuk penyelesaian proyek tersebut yaitu untuk meningkatkan nilai tambah cadangan nikel yang dimiliki Perseroan melalui peningkatan kapasitas produksi feronikel perseroan.
Sampai dengan 31 Agustus 2015, Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel telah menyelesaikan konstruksi beberapa fasilitas pendukung diantaranya camp site, main office, port and jetty dan water intake facility. Secara keseluruhan, konstruksi Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim telah mencapai 6 persen. (gir/gir)