Berdasarkan prospektus perseroan pada Selasa (6/10) menawarkan sebanyak-banyaknya 14,49 miliar saham biasa atas nama Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau sebanyak-banyaknya 60 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah gelaran Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) ini.
Nantinya, setiap pemegang 310 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 20 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB berhak atas 471 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 371 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan formulir pemesanan dan pembelian saham tambahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun alasan terkait penggunaan dana hasil PUT untuk penyelesaian proyek tersebut yaitu untuk meningkatkan nilai tambah cadangan nikel yang dimiliki Perseroan melalui peningkatan kapasitas produksi feronikel perseroan.
“Sisanya akan digunakan oleh perseroan untuk membiayai modal kerja perseroan terkait kegiatan operasional perseroan yang meliputi antara lain, sebagai beban pokok penjualan dan beban usaha dan biaya pengembangan usaha perseroan terkait dengan peningkatan kapasitas produksi,” jelas manajemen.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Antam Johan Nababan mengaku manajemen perseroan telah melakukan roadshow hingga ke luar negeri untuk menjaring minat investor terhadap gelaran rights issue ini.
“Kami sedang melakukan roadshow terkait rights issue Antam. Ke Kuala Lumpur, Singapura, dan Hongkong,” ujarnya kepada CNN Indonesia belum lama ini. (gen)