Hal ini diketahui dengan adanya kunjungan sejumlah Menteri Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ke Iran dan Oman yang dilakukan esok hari.
Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan dalam kunjungannya kali ini pemerintah akan membawa agenda untuk mengeksekusi beberapa rencana investasi dua negara tadi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman mengatakan, dalam hasil pertemuan sebelumnya pemerintah Iran berkomiten membangun kilang pengolahan di Indonesia, menanamkan investasinya di sektor ketenagalistrikan hingga rencana menjual minyak mentahnya ke PT Pertamina (Persero).
“Kami menyadari mendapat satu guidance dari Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) masalah embargo (Iran) ini belum selesai seluruhnya. Tapi sambil mereka mengurus politiknya, kita memberikan gesture kita serius kerjasama dengan mereka. Banyak negara lain siap-siap masuk Iran, jadi kita tidak boleh telat,” ucap Sudirman yang merupakan penanggungjawab dari upaya kerjasama bilateral tersebut.
Nantinya, Willy akan menyusun sejumlah staff profesional untuk menyiapkan persyaratan teknis maupun non teknis terkait rencana kerjasama tersebut.
“Kita tidak akan berhenti pada pertemuan tingkat tinggi, tapi pertemuan operasional. Sehingga, pesan Presiden yang menginginkan seluruh informasi mengenai investasi yang akan ditawarkan pihak-pihak di Timur-Tengah, baik Arab Saudi, UEA, Qatar, Oman, Irak, Iran dan negara-negara lain harus dipaketkan seprofesional mungkin. Supaya kita bisa betul-betul merealisasikan kesepakatan tingkat tinggi antara tingkat kepala negara,” tutur Sudirman.