Harga rata-rata ini turun 2,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya di US$ 539,3 per metrik ton.
Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gapki menuturkan masalah bagi perusahaan-perusahaan kelapa sawit nasional menjadi pelik karena harga yang murah tersebut tidak dibarengi dengan pembeli yang berlomba membeli CPO dalam jumlah banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terutama permintaan dari China dan India yang masing-masing telah membeli 2,54 juta ton dan 4,16 juta ton CPO dari Indonesia.
“Peningkatan permintaan CPO juga diikuti negara Eropa karena suplai minyak bunga matahari, rapeseed dan canola yang berkurang sebagai akibat dari produksi yang menurun. Sementara Amerika Serikat mengurangi impor CPO dari Indonesia pada September sebesar 46 persen dari 93,65 ribu ton pada Agustus menurun menjadi 50,62 ribu ton di September,” katanya. (gen)