Di hadapan anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, Selasa (13/10), Rizal menceritakan pengalaman pertemuan dengan James Moffet, Presiden Direktur Freeport McMoran selaku induk usaha Freeport Indonesia.
Saat itu ketika tahun 2000, menurut Rizal, dirinya pernah bertemu James Moffet untuk melakukan renegosiasi kontrak Freeport Indonesia. Pada saat itu Rizal ditunjuk sebagai Tim Negosiasi kontrak dengan anggota Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Sihab dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebagai anggota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada saat itu, Rizal mengaku tidak mengambil tawaran yang diajukan oleh James Moffet. Ia pun meminta Tim Negosiasi melakukan perhitungan dan analisis yang lebih jelas mengenai bisnis Freeport Indonesia.
"Saya waktu itu masih sangat muda, sangat sableng, akhirnya saya gebrak meja. 'James are you going bribe me? Anda pikir saya pemimpin negara Afrika? Anda bayar US$ 5 miliar. Anda setuju kita bisa temenan?," kata Rizal menirukan ucapannya saat itu.
Usai kejadian itu, Rizal mengklaim James Moffet langsung menunjukan sikap hormat kepadanya.
"Ini (Moffet) orang yang ditakuti di Indonesia. Semua pejabat Indonesia ketakutan. Tapi kalau kita firm menegakkan kepentingan kita, enggak mudah disogok, mau kok mereka menyerah. James Moffet sekarang mau ketemu saja, saya tolak," tegas Rizal.
"Bereskan limbah tailing. Di Teluk Meksiko, BP (British Petroleum) menumpahkan minyak, pemerintah Amerika Serikat hukum dia denda US$ 30 miliar. Tapi di Indonesia perusahaan asing seenak-enaknya karena pejabat bisa dilobi, semua bisa diatur," tuturnya. (gir/gir)