Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengidentifikasi ketujuh proyek tersebut, yang terdiri dari 1 proyek jalan tol, 3 proyek jembatan, dan 3 proyek bendungan. Meskipun mendapat banyak tantangan di tengah proses realisasi, namun Basuki tetap puas proyek-proyek tersebut masih bisa tetap dilanjutkan.
"Proyek-proyek tersebut bisa dibilang sudah mangkrak sejak akhir 2014," jelas Basuki di Jakarta, Selasa (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk proyek jembatan, Kementerian PUPR telah merampungkan jembatan DR Ir. Soekarno di Manado, Sulawesi Utara pada bulan Mei lalu. Sedangkan dua jembatan lain, yaitu jembatan Merah Putih di Maluku dan jembatan Tayan di Kalimantan Barat masih dalam pengerjaan dengan perkembangan proyek masing-masing sebesar 90,88 persen dan 96 persen.
"Nantinya, penggenangan bendungan Jatigede ini akan memakan waktu selama 219 hari dan diharapkan rampung pada bulan Maret hingga April tahun depan. Jika itu sudah selesai, maka bendungan Jatigede akan menjadi bendungan terbesar kedua di Indonesia, dengan volume 980 juta meter kubik," tambahnya
Meski berhasil meneruskan proyek-proyek tersebut, Basuki mengaku jika upaya tersebut masih terkendala beberapa hal. Ia mengatakan, beberapa tantangan tersebut adalah pemanfaatan sumber daya pendukung infrastruktur yang belum maksimal dan juga beban kerja yang berat karena Kementerian PUPR juga langsung melaksanakan proyek-proyek baru yang muncul tahun ini, di samping mengerjakan proyek mangkrak tersebut.
"Kendati banyak tantangannya, kami harap bisa meingkatkan indeks daya saing infrastruktur Indonesia. Saat ini, kita menduduki peringkat 72, atau naik dari tahun sebelumnya di mana kita menduduki peringkat 82," ujarnya.
"Intinya kami ubah sistem programming dengan memetakan 35 kawasan strategis sehingga pembangunan proyek infrastruktur tak berjalan sendiri-diri," tambah Basuki. (gir/gir)