Direktur Pengembangan Aneka Tambang (Antam), Johan Nababan mengatakan pihaknya adalah perusahaan tambang nasional yang bisnis utamanya adalah menambang emas, nikel dan bauksit. Menurutnya, penyerapan saham Freeport adalah kesempatan baik.
“Adalah peluang emas bagi Antam bila diberi kesempatan membeli divestasi awal saham PT Freeport,” ujarnya kepada CNN Indonesia, Rabu (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sumber pendanaan bisa diusahakan dengan berbagai cara, apalagi pemegang saham mayoritas Antam sebesar 65 persen adalah Pemerintah Republik Indonesia. Bisa dari pinjaman, bank, private equity,” katanya.
“Kalau saya sebagai Direktur Pengembangan Antam terus kejar Pak Aloysius, Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Bisnis Kementerian BUMN,” ujar dia.
Seperti diketahui, Kementerian BUMN mengaku tengah menyiapkan konsorsium perusahaan tambang pelat merah yang bakal ditunjuk untuk membeli 10,64 persen saham PT Freeport Indonesia.
"Ya secara alami yang akan beli itu perusahaan tambang kita. Dengan catatan jika Kementerian Keuangan atau pemerintah pusat tidak mau beli," ujar Aloysius Kiik Ro, yang juga mantan Direktur Keuangan Antam, di gedung DPR, Jakarta, Senin (5/10).
Rights issue yang masuk ke dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut terancam hanya diserap oleh pemerintah saja dengan nilai Rp 3,5 triliun. Manajemen menilai investor terkendala jatuhnya harga komoditas nikel, dimana dana hasil rights issue Antam bakal digunakan untuk pembangunan pabrik feronickel. (gir/gir)