Jokowi menyebut akibat serbuan impor ilegal itu banyak perusahaan tekstil domestik yang harus gulung tikar akibat kalah saing. Bahan tekstil ilegal yang masuk ke Indonesia dibanderol dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan tekstil hasil pabrikan dalam negeri.
"Selain tidak memberi penerimaan pada negara dan yang paling penting impor ilegal ini merusak pasar domestik. Ini yang sebabkan industri kita tidak bisa bersaing di pasar. Makanya saya minta hentikan impor ilegal," kata Jokowi saat melakukan inspeksi ke kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Jakarta, Jumat (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Jokowi juga meminta Kapolri Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM. Prasetyo ikut mendukung jajaran Bea Cukai untuk memberantasan peredaran tekstil ilegal. Dia meminta, tiga lembaga tersebut yakni Polri, Kejaksaan, dan Bea Cukai dapat memberantas habis peredaran tekstil ilegal yang selama ini merusak industri nasional.
"Sehingga barang seperti ini (tekstil ilegal) tidak ada yang lolos lagi," katanya.