"Alibaba membutuhkan lalu lintas. Video online atau mobile adalah tempat nomor satu untuk itu," kata Tian Hou, analis TH Capital di New York seperti dilansir Reuters.
Alibaba pertama kali mengakuisisi 18 persen saham Youku Tudou pada pertengahan 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana aksi Alibaba ini bisa menjadi ancaman potensial bagi perusahaan penyewaan DVD Netflix Inc di Negeri Tirai Bambu.
Penawaran Alibaba masuk pada premi 30 persen dari harga penutupan Youku Tudou, Kamis (15/10), di mana nilai perusahaan saat itu sebesar US$5,2 miliar dengan memperhitungkan 194,47 juta saham yang beredar pada 30 Juni lalu.
"Produk Digital, terutama video, yang sama pentingnya dengan barang fisik dalam e-commerce," kata Chief Executive Alibaba Daniel Zhang.
"Konten video berkualitas tinggi Youku akan menjadi komponen inti dari penawaran produk digital Alibaba di masa depan," jelas Zhang.
Saham Youku Tudou yang tercatat di Bursa New York naik 22 persen menjadi US$24,95, lebih rendah dari harga penawaran US$26,60 per lembar saham. .
Demikian pula dengan saham Alibaba, naik 0,2 persen menjadi US$ 71,91. (ags/ags)