Penurunan tersebut menurut BI, disebabkan oleh penurunan ULN baik sektor publik maupun sektor swasta. Posisi ULN sektor publik turun US$ 0,5 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya ULN Pemerintah.
Sementara itu, posisi ULN sektor swasta turun US$ 0,1 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya ULN sektor perbankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia pada Agustus 2015 didominasi oleh ULN berjangka panjang yang mencapai 85,2 persen dari total ULN.
Pertumbuhan ULN berjangka panjang pada Agustus 2015 tercatat 5,3 persen year on year (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2015 yang tercatat sebesar 5,5 persen yoy. Sementara itu, ULN berjangka pendek masih mengalami kontraksi 3,1 persen yoy.
Menurut sektor ekonomi, ULN swasta pada akhir Agustus 2015 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas & air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,2 persen.
"BI memandang perkembangan ULN Agustus 2015 masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta," jelas BI dalam keterangan resminya dikutip Rabu (21/10).
Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi. (gen)