“Tentu saja kami sangat berminat untuk mengambil divestasi Freeport tersebut. Kami sudah berdiskusi dengan institusi keuangan lain dan (mereka) bersedia untuk mendukung kalau Antam mengambil saham tersebut," ujar Tedy Badrujaman, Direktur Utama Antam pada Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (21/10).
Tedy mengungkapkan meski sudah melakukan penjajakan kredit dalam rangka pembiayaan divestasi Freeport, Antam masih lebih dulu menunggu lampu hijau dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno guna mengeksekusi skenario tersebut. Dalam hal ini, Antam membutuhkan persetujuan dari pemegang saham yang mayoritas dikuasai pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain Antam, kami juga mendorong Inalum karena kondisi keuangan mereka (sedang) kuat. Dengan nilai Freeport yang sangat strategis, saya pikir perbankan juga pasti mau membiayainya entah itu bank dalam negeri atau lembaga pembiayaan internasional," kata Rini kemarin. (gen)