Direktur Utama PTBA, Milawarma mengatakan rencana strategis pertama adalah meningkatkan sarana dan prasarana oeprasional guna menjaga produksi tambang batubara.
"Sarana dan prasarana produksi akan ditingkatkan agar produksi bisa diatas 25-30 juta ton. Hal ini berikut peningkatan (kapasitas) pelabuhan," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana strategis kami kedua adalah PLTU Mulut Tambang. Kalau soal Mulut Tambang 9-10 belum karena belum ada kabar dari PLN," kata Milawarma.
Proyek Kereta Batubara Molor
Terkait proyek kereta batubara, Milawarma mengatakan perusahaan menunda proyek patungan dengan Grup Rajawali itu menyusul anjloknya harga batubara dunia. Proyek kereta sepanjang 280 kilometer (km) ini rencananya akan menghubungkan lokasi pertambangan batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ke Lampung.
"Proyek railway seharusnya bisa jalan 2016, tapi dengan kondisi ini kami belum putuskan. Kapasitasnya sendiri tetap 35 juta ton dengan nilai investasinya US$2 miliar tapi dengan angka itu akan dioptimalkan," jelas Milawarma.