Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin menyebut untuk mendukung program 35 ribu Megawatt (MW),
"Kami melihat Waskita punya pengalaman di bidang konstruksi karena sudah lama bermain di sektor infrastruktur dan sebagainya. Jadi kami percaya Waskita tidak kesulitan dalam pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala," ujar Amir saat penandatangan kontrak di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain transmisi Duri-Pranap dan Pranap-Perawang, manajemen PLN juga berencana membangunan transmisi lain yang nantinya bisa menghubungkan listrik dari wilayah Langsa, Aceh hingga ke wilayah Sumatera Selatan.
"Pembangunan transmisi ini sendiri akan secara bertahap dilakukan karena dalam waktu dekat ada (daya) listrik 600 MW yang masuk dari Sumatera Selatan dan Riau," terangnya.
Sementara pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq mengaku optimistis pengerjaan dua proyek transmisi tadi bisa selesai dalam jangka waktu tiga tahun.
"Ini sudah termasuk pembebasan lahan dan konstruksinya, lho ya. Besok pagi kami mulai kerja dan berkoordinasi dengan staf yang ada di lokasi," tutur Choliq.
Asal tahu saja, untuk menggarap dua proyek ini Waskita telah mengantongi komitmen pembiayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Dari pinjaman senilai Rp 6,6 triliun, 10 persen dananya akan dipakai untuk upaya pembebasan lahan, sementara 90 persen lainnya untuk mendirikan bangunan transmisi.
"Kalau di transmisi listrik, biaya pembebesan lahan itu tidak banyak. Ini karena kami hanya membayar tanah untuk menara sementara yang lainnya adalah kompensasi untuk yang di atas lahan yang dilewati kabel," tandas Choliq.