Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan kontrak tersebut dibuat dengan Corpus Christi Liquefaction LLC, anak usaha Cherniere sebuah perusahaan energi asal Texas, di sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat sampai 29 Oktober 2015 mendatang.
"Dalam jangka panjang Indonesia akan impor LNG, jadi kami kontrak dengan mereka untuk memasok LNG ke Indonesia," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto saat ditemui di Kementerian BUMN, Senin (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dwi perjanjian kerjasama itu akan berbentuk perjanjian kerjasama jual beli dan angkut (sale purchase agreement/SPA). Di mana Pertamina telah setuju untuk membeli sekitar 0,76 juta ton MMBTU LNG dari Cheniere.
"Tentu saja ini berkaitan dengan ongkos transportasi dan harga jual gas yang rendah seperti ini, kami cari jalan keluarnya sehingga tidak rugi dari segi transportasi,” ujar Dwi.
Mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk menyatakan perjanjian ini konsisten dengan strategi Pertamina untuk mendominasi pasar LNG dan menangkap peluang pertumbuhan permintaan gas di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, utamanya di sektor ketenagalistrikan dan industri.
"Perkiraannya pada 2025 kebutuhan impor LNG antara 1,5 -4,4 juta ton MMBTU, nah itu yang kami antisipasi," ujarnya. (gen)