Pasalnya, saat ini jajaran perusahaan minyak dan gas bumi pelat merah itu masih menunggu selesainya proses penggabungan (holding) perusahaan migas nasional yang sudah lama diwacanakan, sebelum merevaluasi aset perseroan.
"Kalau revaluasi aset kita tunggu rencana pembentukan holding sehingga banyak aset penting yang diturunkan sebagai anak perusahaan. Saat itulah revaluasi aset kita lakukan," ujar Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pembentukan holding dilakukan, katanya maka aset yang dimiliki oleh induk dan anak perusahaan Pertamina akan tercatat dalam satu buku.
"Kajian pembentukan holding Pertamina diharapkan rampung sebelum akhir tahun 2015," tandas Dwi. (dim/gen)