"Saya pribadi menyatakan itu rencana ngawur, enggak dipikirkan matang," kata Fadli menjelang pertemuan Koalisi Merah Putih (KMP) di Bakrie Tower, Jakarta, Rabu (28/10).
Fadli mengatakan kondisi Indonesia saat ini belum siap untuk ikut dalam kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Apabila dipaksakan, kata dia, Indonesia hanya akan menjadi pasar, bukan pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Senin (26/10) menyampaikan keinginannya membawa Indonesia bergabung dalam TPP.
TPP merupakan kerangka hukum bagi kerja sama perdagangan bebas dan liberalisasi di berbagai sektor ekonomi yang melibatkan 40 persen kekuatan ekonomi dunia dan 792 juta penduduk yang tersebar di AS, Australia, Brunei Darussalam, Chili, Jepang, Malaysia, Peru, Singapura, Vietnam, Mexico, Canada dan Selandia Baru.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, pemerintah menjamin akan memberikan perlindungan kepada industri nasional jika Indonesia jadi bergabung dalam TPP. Hal itu dinilainya penting untuk memastikan kompetisi dagang yang seimbang dengan negara mitra kawasan. (ags)