Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memastikan diundurnya pembahasan PMN BUMN hingga pembahasan APBN Perubahan (APBNP) 2016 tak mengubah pagu indikatif pembiayaan negara.
Dengan demikian, ia mengatakan kalau pengunduran PMN ini tak akan mengubah defisit anggaran pada APBN 2016. Semua pembiayaan non utang pemerintah tetap memiliki nilai Rp 57,7 triliun, namun penggelontoran Rp 40,42 triliun dari itu menunggu APBNP 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menjelaskan kalau tak hanya PMN bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian BUMN saja yang ditunda pembahasannya, namun juga bagi BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Ia juga menjamin kinerja BUMN yang dianggarkan penerima PMN tak akan terganggu akibat hal ini.
"Ini menambah modal supaya BUMN bisa melakukan ekspansi bisnis," lanjutnya.
Sebagai informasi, DPR baru saja menyetujui UU APBN 2016 dimana masalah PMN baru akan dibahas pada APBNP mendatang. Dari seluruh PMN, porsi terbesar diberikan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp 10 triliun, PT Reasuransi Indonesia Utama sebesar Rp 4 triliun, dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 3,5 triliun.
Namun, Bambang tak menyebut kapan APBNP ini akan dibahas. "Nanti kalau sudah waktunya," tuturnya. (ags/ags)