Deputi Neraca Produksi BPS Kecuk Suharyanto mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 2.311 triliun. Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia terseret kondisi perekonomian global pada kuartal III 2015 yang masih melambat tapi tidak merata.
"Sebagai catatan bebrapa negara maju terutama Eropa mengalami peningkatan tapi perekonomian di sejumlah negara emerging market cenderung melambat," ujar Kecuk dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara sektoral, lanjut Kecuk, pertumbuhan PDB secara kuartalan (Q to Q) pada kuartal III tertinggi adalah sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 7,03 persen, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 5,09 persen, dan konstruksi sebesar 4,88 persen.
Untuk sumber pertumbuhan PDB tercatat sektor pertanian menyumbang 0,46 persen ke pertumbuhan PDB. Sektor informasi dan komunikasi menyumbang 0,48 persen, sektor konstruksi menyumbang 0,65 persen dan sektor industri menyumbang 0,92 persen.
"Untuk sektor konstruksi terjadi kenaikan sumbangan dibandingkan kuartal II yang sebelumnya hanya 0,43 persen. Karena selama kuartal III pembangunan infrastruktur semakin meningkat terutama didorong belanja pemerintah yang meningkat selama kuartal III," ujarnya. (gen)