Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo memprediksi laba bersih perseroan pada tahun ini bakal mencapai Rp 730 miliar, dengan asumsi pendapatan sebesar Rp 15,6 triliun dan nilai pemasaran Rp 27 triliun.
“Tahun depan pendapatan bisa Rp 20 triliun, pemasaran Rp 30 triliun dan laba bersih Rp 1 triliun,” ujarnya dalam Investor Summit di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai order book tahun depan ada dari carry over tahun ini sekitar Rp 36 triliun dan pemasaran Rp 30 triliun. Jadi totalnya bisa di atas Rp 60 triliun," ungkap Bambang.
PTPP membukukan pertumbuhan kontrak baru sebesar 41,3 persen secara tahunan pada kuartal III 2015. Proyek BUMN ditargetkan dapat menyumbang 42 persen terhadap target, porsi proyek swasta dibidik 39 persen dan sisanya 19 persen dari proyek pemerintah.
Selain itu, perseroan juga tengah mengkaji opsi penerbitan surat utang pada tahun depan sebagai alternatif jika Penyertaan Modal Negara (PMN) tersendat di parlemen.
"Kami tetap optimis PMN akan keluar di APBNP 2016. Kalau itu mundur, proyek kami mundur, mungkin akan jalan tahun depan di bulan Agustus September. Tapi kalapun tidak disetujui, tidak masalah karena kami masih punya ruang obligasi," tuturnya.
Direktur Keuangan PTPP Tumiyana menambahkan PMN pemerintah akan dilakukan melalui penerbitan saham baru (rights issue). Selain itu, perseroan juga akan mencari kombinasi pendanaan yang paling efisien selain suntikan modal.
"Kami akan mencari kombinasi yang paling murah, bisa obligasi, commercial bank, atau MTN. Mana yang paling efisien akan mixed," jelasnya.
Apabila PMN disetujui, lanjutnya, perseroan akan menerbitkan saham baru melalui rights issue senilai Rp 4,5 triliun. Angka tersebut didapat dari porsi kepemilikan pemerintah sebesar 51 persen senilai PMN Rp 2,25 triliun dan publik sisanya.