Prasetyo menegaskan Kejaksaan akan lebih memprioritaskan penyelesaian kasus lain ketimbang mengurusi informasi yang dilempar Menteri Sudirman.
"Tidak usah. Biar masyarakat yang menilai. Habis waktu kita," ujar Prasetyo di Gedung Eco Park, Ancol, Jakarta, Kamis (12/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badrodin mengungkapkan saat ini jajarannya akan lebih berfokus pada pengamanan persiapan Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada) 2015.
Sebagai kompensasi, kata Sudirman, oknum tersebut menjual nama Jokowi-JK dan meminta jatah saham perusahan tambang emas asal Amerika Serikat (AS) itu, yang kebetulan saat ini diwajibkan melepas 10,64 persen saham.
Mendengar namanya dicatut, Wapres JK dikabarkan berang dan meminta agar politikus tersebut dilaporkan ke kepolisian.
Sementara itu, sejumlah anggota DPR yang menjadi mitra kerja Sudirman meminta agar nama politikus yang mencatut nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia diumumkan. (dim/dim)