Kebijakan perusahaan-perusahaan migas menunda rencana investasi eksplorasi dan produksi akibat harga yang menurun tajam, dikhawatirkan Arab Saudi akan memicu krisis pasokan minyak dunia.
"Sekitar US$ 200 miliar investasi energi telah dibatalkan tahun ini," kata Wakil Menteri Perminyakan Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an industri minyak dan gas akan memotong investasi dalam dua tahun berturut-turut," ujar Salman.
“Pemangkasan investasi itu setidaknya akan berdampak pada berkurangnya pasokan 5 juta barel per hari akibat proyek yang ditangguhkan atau dibatalkan,” kata Salman.
Salman mengatakan berkurangnya pasokan minyak tidak serta merta mampu mendongkrak harga emas hitam tersebut. Pasalnya, dunia saat ini tengah dihadapi oleh begitu dominannya nilai tukar dolar yang berdampak tidak langsung pada kegiatan hulu migas setiap negara. (gen)