Direktur Keuangan Express David Santoso mengatakan manajemen berencana memangkas tingkat utang tahun depan. Atas dasar hal tersebut, Express kemudian mempertimbangkan opsi menjual lahan.
“Tahun depan, posisi utang akan kami turunkan untuk memperbaiki kinerja. Posisi utang kami saat ini di kisaran Rp 1,7 triliun,” ujarnya dalam Investor Summit di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, David enggan menyebutkan berapa besar potensi dana yang bisa diraup dari penjualan lahan tersebut karena masih dalam tahap negosiasi dengan pembeli potensial.
Laporan keuangan Express menyatakan aset tetap perusahaan berupa tanah per 30 September 2015 tercatat senilai Rp 226,22 miliar. Sementara aset tetap berupa bangunan, mess supir, dan pool taksi tercatat sebesar Rp 220,76 miliar.
Lebih lanjut untuk mengantisipasi tantangan ekonomi tahun depan, David menyatakan Express juga tengah mempersiapkan diri untuk melebarkan sayap di bidang teknologi informasi (TI). Nantinya, kata David, perseroan bakal menggenjot aplikasi online Express.
“Kami akan bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi untuk mengembangkan TI, khususnya terkait aplikasi online,” katanya.
Namun, David enggan menyebut nama perusahaan yang bakal menjadi partner kerjasama tersebut. Kendati demikian, Express mengaku optimistis dapat segera menjalankan operasional di awal tahun depan.
“Kalau untuk nama perusahaan masih non-disclosure ya. Pokoknya Januari sudah bisa operasi,” kata David.