Seperti disampaikan pihak Istana Kepresidenan Indonesia, Presiden Jokowi meminta agar Kanada membuka pasar lebih besar bagi produk Indonesia, seperti karet, kertas, mebel, elektronik, alas kaki, kopi dan teh. Pada tahun 2014, perdagangan kedua negara baru mencapai US$ 2,6 miliar.
"Presiden Jokowi juga mendorong pengusaha Kanada untuk tingkatkan investasi di Indonesia khususnya di sektor SDM, pertanian, sustainable technologies (teknologi berkelanjutan) serta infrastruktur," ujar pernyataan Istana Kepresidenan dikutip Minggu (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi efisiensi dan energi terbarukan serta pengelolaan lahan gambut. Di bidang transnational organized crime, kedua pemimpin sepakat untuk fokuskan kerja sama pada upaya pemberantasan terorisme, IUU fishing dan penyelundupan obat-obatan terlarang," lanjut pernyataan Istana.
Pertemuan ini dilakukan jelang KTT G20 yang akan diselenggarakan tengah hari waktu Turki. Selain bertemu PM Kanada, Jokowi juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping.
Dalam KTT G20, Jokowi akan mendorong suksesnya pertemuan mengatasi perubahan iklim di Paris, atau COP UNCC ke-21, akhir November mendatang. Jokowi juga akan menyampaikan perlunya reformasi arsitektur keuangan dunia yang sebelumnya disampaikan pada Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, KAA. Jokowi yang ditemani dengan Ibu Negara Iriana rencananya akan kembali ke Indonesia pada Minggu malam. (gir/gir)