Direktur Grup Astra, Djoko Pranoto mengatakan peluang swasta di proyek 35 ribu Mega Watt (MW) sangat terbuka lebar untuk lima tahun ke depan. Pasalnya, pemerintah menjatahkan porsi penyediaan listrik oleh swasta melalui skema pembelian listrik (Power Purchase Agreement/PPA) sebesar 30 ribu MW atau 85,7 persen dari total daya listrik yang dicanangkan.
"Proyek 35 ribu MW ini menjadi peluang kami untuk masuk ke pengusahaan bisnis power plant. Proyek ini akan kami masukkan ke anak dari anak usaha kami (cucu usaha) ke depannya," ujar Djoko di Jakarta, Senin (16/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Djoko tak menyebut anak usaha United Tractors yang akan dipercayakan menggarap proyek-proyek pembangkit tersebut.
Sebelumnya, Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan mengakui kalau perusahaannya mengincar proyek-proyek infrastruktur setelah mengakusisi PT Acset Indonusa Tbk pada Januari dan Mei lalu, dengan komposisi pengusaan saham 51 persen. Dia meyakini, kontibusi pendapatan anak usaha ini terhadap pendapatan United Tractors bisa meningkat dari saat ini 2,5 persen menjadi 5 persen dalam tiga tahun depan.
Pada tahun lalu, United Tractors mengikuti proyek tender pembangkit listrik melalui anak usahanya di bidang kontraktor pertambangan, PT Pamapersada Nusantara. Pembangkit listrik mulut tambang di Sumatera Selatan ini direncanakan berkapasitas 600 MW dengan nilai investasi US$ 900 juta.