Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan mengatakan kalau keputusan manajemen diambil setelah melihat penjualan alat berat yang melemah sepanjang 2015. Ia menjelaskan, penjualan alat berat hingga kuartal III 2015 sebesar 1.799 unit saja, atau berkurang 40 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.942 unit.
"Kami juga melihat kalau government spending diutamakan, itu akan menjadi katalis positif bagi kami. Sehingga strategi kami ke depan adalah melakukan penetrasi ke sektor konstruksi dan infrastruktur," jelas Gidion di Jakarta, Senin (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai kuartal III 2015, Gidion mencatat peningkatan nilai kontrak konstruksi United Tractors sebesar Rp 3,1 triliun. Padahal sepanjang tahun 2014, kontrak yang berhasil dibukukan perusahaan hanya sebesar Rp 600 miliar.
Bidik 20 Persen
Melengkapi ucapan Gidion, Direktur Keuangan United Tractors Iwan Hadiantoro mengungkapkan kalau perusahaan berencana mengincar pertumbuhan nilai kontrak sebesar 10 hingga 20 persen pada tahun depan. Atau dengan kata lain, pada tahun depan perusahaan bisa membukukan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 3,41 triliun hingga Rp 3,72 triliun.
"Proyek-proyek yang kami kejar tentunya bersifat high-rise building. Untuk saat ini, proyek yang kami prioritaskan yaitu Thamrin Nine berlantai 70 di Jakarta Pusat," ujarnya di lokasi yang sama.
United Tractors juga akan menambah alokasi belanja modal untuk proyek konstruksi pada tahun depan sebesar Rp 50 miliar, yaitu dari Rp 100 miliar di tahun ini menjadi Rp 150 miliar di tahun depan. Angka belanja modal tersebut, mengambil porsi sebesar 4,93 persen dari total rencana belanja modal perusahaan sebesar Rp 3,04 triliun (US$ 225 juta).
"Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kami perkirakan kontribusi sektor konstruksi maksimal hanya sebesar 5 persen dari total pendapatan kami. Belum bisa akan memberikan kontribusi secara maksimal," jelasnya.
Sebagai informasi, pendapatan sektor konstruksi United Tractors hingga kuartal III tahun ini mencapai Rp 853 miliar atau sebesar 2 persen dari total pendapatan perusahaan hingga periode tersebut. Sementara pendapatan United Tractors hingga kuartal III 2015 sebesar Rp 38,29 triliun atau turun 6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 40,81 triliun.